Summary:hepcore

        • Struktur rencana penelitian untuk pembuatan penulisan hukum (skripsi) secara garis besar, terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.

          A. Bagian Awal

          Bagian awal terdiri atas halaman judul dan halaman pengesahan / persetujuan

          1. Halaman Judul

        • Judul
        • Lambang UNS
        • Tujuan rencanan penelitian
        • Nama mahasiswa
        • Nama fakultas dan universitas
        • Waktu pengajuan
      • 2. Halaman pengesahan pembimbing

      • Kata-kata Rencana Penelitian
      • Judul, diketik dengan huruf kapital
      • Pelaksanaan Penelitian
      • Lokasi penelitian
      • Lama penelitian
      • Tanggal, bulan, dan tahun yang sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun ketika rencana penelitian disetujui pembimbing.
      • Tanda tangan, nama, dan NIM peneliti
      • Nama dan tanda tangan pembimbing.
    • B. Bagian Utama

    • Judul
    • Bidang ilmu
    • Latar belakang masalah
    • Perumusan masalah
    • Tujuan penelitian
    • Manfaat Penelitian
    • Tinjauan Pustaka
    • Metode Penelitian
    • Sistematika penulisan Hukum
    • Jangka Waktu penelitian
  • C. Bagian Akhir

    1. Daftar Pustaka

  • Daftar Pustaka memuat semua pustaka yang digunakan atau yang diacukan majalah, media cetak, internet.
  • Daftar pustaka disusun secara alfabetis/menurut abjad.
  • Jarak antara baris satu sepasi. Jarak antar sumber satu dengan sumber berikutnya dua sepasi

2. Lampiran, memuat hal-hal yang diperlukan untuk memperjelas usulan penelitian, misalnya contoh

kuesioner.

Rencana Penelitian [Pedoman Penulisan Hukum Skripsi] Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/2001115-rencana-penelitian-pedoman-penulisan-hukum/

Tags: ,

admin on May 12th, 2010
Optimis Kunci Meraih Sukses

Summary:hepcore

Sudah sejak lama sikap Optimis sangat dibutuhkan bagi setiap insan manusia dalam menjalani hidup ini, sehubungan dengan tidak jarangnya pemberitaan di media televisi akan kasus bunuh diri mungkin ada keterkaitannya dengan kurangnya sikap optimis dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Dua pengertian dari Optimisme. Pertama,
optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. Dapat disumpulkan lagi bahwa optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan keyakinan itu bisa jadikan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik.

Beberapa alasan mengapa harus Optimis. Pertama, Optimis adalah sebuah energi positif diri. Kedua, Optimis adalah sebuah perlawanan. Ketiga, Optimis adalah sistem pendukung dalam pencapaian tujuan yang lebih baik lagi.

Optimis adalah bagian dari keinginan untuk mewujudkan Harapan, Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, uimumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:

1. Fokus, selektif, dan memiliki sasaran yang jelas.

2. Bisa menerima kanyataan hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh.

3. Memiliki keyakinan untuk bangkit.

4. Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan.

5. Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan.

6. Punya kemampuan menggunakan akal sehat dalam menghadapi tantang hidup.

7. Punya kemampuan untuk memperbaiki diri secara terus menerus.

8. Punya penghayatan yang baik terhadap kehidupan yang dijalani sehingga bisa membedakan yang salah dan yang benar, yang tepat dan yang menyimpang.

9. Percaya pada kemampuannya.

10. Memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya.

Namun ada beberapa yang perlu dihindari dalam Berharap. Pertama, harapan mulut dimana kita berharap adanya hari esok yang lebih bagus, namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, perencanaan, strategi, teknik, dan pelaksanaan (Aksi). Kedua, terlalu berharap (over-expectation) itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (Optimis). Harapan yang kuat berujung pada usaha yang kuat. Sementara, terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengharap dan selalu mengharap. [“Jika kau mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya”]

Optimis Kunci Meraih Sukses Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1958526-optimis-kunci-meraih-sukses/

Tags: ,

admin on May 1st, 2010
Status Anak di Luar Nikah

Summary:hepcore
Bagaimanakah Status Anak di Luar Nikah?Bila seorang anak yang lahir tetapi tanpa bapak atau yang orang katakan sebagai anak haram status hukumnya bagaimana?Bila suatu saat bapaknya mengakui anaknya, lalu menikah dengan ibu dari anak tersebut, status hukum anaknya bagaimana?

Jawaban :

Istilah “anak haram” pada prinsipnya penulis tidak sependapat dengan istilah tersebut, karena di samping istilah itu tidak dikenal dalam hukum positif, juga terdengar kurang nyaman bagi yang bersangkutan. Bukankah, kelahiran anak di dunia ini tidak pernah di kehendaki oleh anak itu sendiri?Kelahirannya semara-mata merupakan kehendak sadar kedua orang tuanya. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menyahkan anak tersebut dengan menyebutnya sebagai anak haram. Semestinya orangtuanya yang bersalah. Terhadap anak tersebut lebih tepatnya dikatakan sebagai anak yang lahir di luar perkawinan.

Pasal 43 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan telah mengatur bahwa anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya da keluarga ibunya. Ketentuan ini dipertegas pula dengan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia bahwa anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. Sebagai konsekuensinya akta kelahiran anak tersebut hanya mencantumkan anak dari ibu kandungnya. Juga tentang hak waris, ia hanya bisa menjadi ahli waris dari ibu dan keluarga ibu. Sekalipun akta kelahirnya terkesan kurang lengkap, namun sesungguhnya memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta kelahiran dari anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah. Dalam praktiknya akta tersebut bisa dipergunakan untuk berbagai kepentingan, misal untuk melanjutkan studi, melamar pekerjaan, dan sebagainya. Bila suatu ketika ayah biologis mengakui bahwa itu anaknya, lalu menikahi ibu anak tersebut, maka akan memiliki status keperdataan yang lengkap, sehingga akta anak tersebut bisa ditingkatkan menjadi anak ayah dan ibu. Sejalan dengan ini Pasal 272 KUHP Perdata memberikan rumusan, bilamana seorang anak dibenihkan di luar perkawinan, menjadi anak sah apabilasebelum perkawinan orang tuanya telah mengakui anak luar nikah itu sebagai anaknya. Pengakuan ini membawa serta akibat yuridis, di antaranya tentang tentang kewajiban dalam pemberian nafkah, perwalian, hak memakai nama, menjadi ahli waris dari ayah dan ibu serta keluarga ayah dan ibu dan sebagainya.

Status Anak di Luar Nikah Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/social-sciences/counseling/1997447-status-anak-di-luar-nikah/

Tags: , , ,

admin on December 3rd, 2009

A. Pengertian Metode

Kata metode berasal dari kata Yunani methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui,
mengikuti) dan kata benda hodos (jalan, cara, arah). Kata methodos berarti: penelitian, metode ilmiah, uraian ilmiah, yaitu cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. Sementara itu, metodologi berasal dari kata metode dan logos, yang berarti ilmu yang membicarakan tentang metode-metode. Melihat dari pengertiannya, metode bisa dirumuskan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin (ilmu) untuk mencapai suatu tujuan.
Sementara itu metodologi disebut juga science of methods, yaitu ilmu yang membicarakan cara, jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian atau membahas konsep teoritis berbagai metode atau dapat dikatakan sebagai cara untuk membahas tentang dasar-dasar filsafat ilmu dari metode penelitian. Bagi ilmu seperti sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekonomi, hukum serta ilmu alam, metodologi merupakan dasar-dasar filsafat ilmu dari suatu metode atau langkah praktis penelitian.
B. Ilmu Sebagai Proses
Proses terjadinya pengetahuan adalah masalah yang amat penting dalam epistemologi karena jawaban terhadap terjadinya pengetahuan akan membuat seseorang paham filsafatnya. Jawaban yang sederhana adalah berfilsafat a priori, yaitu ilmu yang terjadi tanpa melalui pengalaman, baik indera maupun batin, atau a posteriori yaitu ilmu yang terjadi karena adanya pengalaman. Dengan demikian pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif.
Ada enam hal yang merupakan alat untuk mengetahui proses terjadinya pengetahuan, yaitu:
1. Pengalaman Indera (Sense Experience)
Dalam filsafat, paham yang menekankan pada kenyataan disebut realisme, yaitu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Jadi ilmu berawal mula dari kenyataan yang dalam diserap oleh indera. Aristoteles adalah tokoh yang pertama mengemukakan pandangan ini, yang berpendapat bahwa ilmu terjadi bila subjek diubah dibawah pengaruh objek. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indera (sensasi).
2. Nalar (Reason)
Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan baru. Hal yang perlu diperhatikan dalam telaah ini adalah tentang asas pemikiran berikut:
a. Principium Identitas, disebut juga asas kesamaan.
b. Principium Contradictionis, disebut juga asas pertentangan.
c. Principium Tertii Exclusi, disebut sebagai asas tidak adanya kemungkinan ketiga.
3. Otoritas (Authority)
Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Otoritas menjadi salah satu sumber ilmu karena keompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. Jadi ilmu pengetahuan yang terjadi karena adanya otoritas adalah ilmu yang terjadi melalui wibawa seseorang hingga orang lain mempunyai pengetahuan.
4. Intuisi (Intuition)
Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa suatu rangsangan atau stimulus mampu membuat pernyataan yang berupa ilmu. Karena ilmu yang diperoleh melalui intuisi muncul tanpa adanya pengetahuan lebih dahulu, maka tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan.
5. Wahyu (Revelation)
Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabi-Nya untuk kepentingan umatnya. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. Wahyu dapat dikatakan sebagai salah satu sumber pengetahuan, karena manusia mengenal sesuatu melalui kepercayaannya.
6. Keyakinan (Faith)
Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Sesungguhnya antara wahyu dan keyakinan hampir tidak dapat dibedakan karena keduanya menggunakan kepercayaan, perbedaannya adalah bahwa keyakinan terhadap wahyu yang secara dogmatic diikutinya adalah peraturan berupa agama, sedang keyakinan adalah kemampuan jiwa manusia yang merupakan pematangan (maturation) dari kepercayaan.
C. Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu, dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan ekspresi tentang cara bekerja pikiran yang diharapkan mempunyai karakteristik tertentu berupa sifat rasional dan teruji sehingga ilmu yang dihasilkan bisa diandalkan. Dalam hal ini metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif dalam membangun pengetahuan. Teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasionil yang berkesuaian dengan objek yang dijelaskannya, dengan didukung oleh fakta empiris untuk dapat dinyatakan benar. Pendekatan rasional yang digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah menuju dan dapat menghasilkan pengetahuan inilah yang disebut metode ilmiah. Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Perumusan masalah
Merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasannya dan faktor yang terkait dapat diidentifikasi.
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan, yang disusun secara rasionil berdasarkan premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya.
3. Perumusan hipotesis
Merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
4. Pengujian hipotesis
Merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan adanya fakta pendukung hipotesis.
5. Penarikan kesimpulan
Merupakan penilaian diterima atau tidaknya sebuat hipotesis. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi persyaratan keilmuan, yaitu mempunyai kerangka kejelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya dan telah teruji kebenarannya.
Keseluruhan langkah tersebut harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah. Hubungan antara langkah yang satu dengan lainnya tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan proses pengkajian ilmiah yang tidak semata mengandalkan penalaran melainkan juga imajinasi dan kreativitas. Pentingnya metode ilmiah bukan saja dalam proses penemuah ilmu pengetahuan, namun terlebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan.

[from http://www.shvoong.com]
businessmails.biz best way to earn money

Tags:

admin on October 29th, 2009

[Media Indonesia/selasa/27/10/09] Perempuan diyakini lebih rentan terhadap karsinogen dan zat-zat beracun dalam asap rokok ketimbang pria. Dalam penelitian terhadap 700 orang yang mengidap kanker paru-paru, para pakar di Swiss menemukan perempuan cenderung lebih muda saat didiagnosis walaupun mereka merokok lebih sedikit ketimbang pria yang mengidap kanker paru-paru. Dalam studi lainnya, peneliti dari Universitas Harvard di Amerika Serikat dan Universitas Bergen di Norwegia mengevaluasi lebih dari 950 pria dan perempuan penderita paru-paru kronis, chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Hasilnya, perempuan dengan COPD lebih muda saat didiagnosis dan merokok lebih sedikit ketimbang pria. “Mungkin perempuan lebih rentan terhadap efek merokok yang merusak paru-paru,” ungkap Dr. Inga-Ceciele Soerheim, peneliti yang memimpin studi COPD di Universitas Bergen Namun, Dr. Michael Thun dari American Cancer Society tidak mau terburu-buru menyimpulkan. “Bukti-bukti aktual menunjukan pria dan perempuan sama-sama beresiko terserang kanker paru-paru, dengan atau tanpa merokok,” katanya. (EP/HealthDay News/*/X-5)

businessmails.biz best way to earn money

Tags: , , ,

admin on October 29th, 2009

Khusus untuk Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret – Surakarta. Format SMS untuk konfirmasi, informasi, pertanyaan, pengajuan saran, pengaduan, dan lain sebagainya bisa dilakukan saat ini ke nomer +62856 423 55669.

Ketik : NIM_Nama Lengkap_Info/pertanyaan yang  ingin anda utarakan.

Kirim ke : +62856 423 55669

Contoh : E0001978_Hermawan Pribadi_saya sdh input judul di simta pd 12/12/2012 yg lalu, blm ada status?

[kirim ke +6285642355669] – pada Jam Kerja / 08.00 WIB s/d 15.30 WIB

Untuk SMS yang berhubungan dengan SIMTA dan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret – Surakarta dengan tidak menggunakan format SMS tersebut diatas tidak akan dilayani. Hal ini sehubungan dengan akan adanya pengecekan ulang mengenai perkembangan informasi bagi mahasiswa yang bersangkutan.

[admin]

businessmails.biz best way to earn money

Tags:

admin on September 12th, 2009

Situs ringkasan dunia

Tags:

Diberitahukan kepada seluruh lingkungan Universitas Sebelas Maret, bahwa:

  1. Selama bulan Puasa, terhitung mulai tanggal 22 Agustus 2009 sampai dengan tanggal 17 September 2009. Jam Kerja Kantor Universitas Sebelas Maret diatur sebagai berikut :
      a. Hari Senin sampai dengan Kamis : Pukul 08.00 – 15.00 WIB
      Istirahat : Pukul 12.00 – 12.30 WIB
      b. Hari Kum’at : Pukul 08.00 – 14.30 WIB
      Istirahat : Pukul 11.00 – 12.30 WIB
  2. Untuk menghormati saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa, ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
    • a. Di ruang kantor, ruang-ruang kuliah Fakultas, ruang praktikum, ruang sidang/rapat di lingkungan Universitas Sebelas Maret tidak disediakan minuman/makanan;
      b. Bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa, mohon tidak makan, minum dan merokok di ruang kerja, dan mengambil tempat tersendiri untuk melakukan hal tersebut.
  • Selama bulan puasa, bagi yang menyelenggarakan senam kesegaran jasmani pada jam kerja ditiadakan dan dianjurkan untuk melakukan sendiri diluar jam kerja.
  • Hari libur dalam rangka merayakan Idul Fitri tahun 2009.Sesuai kalender Depdiknas tahun 2009, maka Hari libur idul fitri bagi pegawai universitas sebelas maret diatur sebagai berikut :
      a. Tanggal 18 dan 23 September 2009, Cuti Bersama;
      b. Tanggal 21 dan 22 September 2009, Libur Idul Fitri;
  • Atas perhatiannya, Terima Kasih

    Surakarta, 13 Agustus 2009

    Tags: , ,

    admin on July 2nd, 2009
    From office

    Tags:

    hepcore on May 6th, 2009

    <

    From Refreshing Metodologi 30409

    Refreshing Metode Penelitian Hukum yang di adakan pada tanggal 30 April 2009 ini dihadiri oleh 164 mahasiswa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, walau jumpah pendaftar dan yang hadir tidak sesuai. Sesuai info yang di dapat yang 60% dari pendaftar acara yang hadir diacara ini..

    From Refreshing Metodologi 30409
    From Refreshing Metodologi 30409

    Bapak. Prasetyo Hadi P., S.H., M.S selaku pembawa materi “Metode Penelitian Hukum Normatif” membawa materi awal pada acara ini, terjalin komunikasi yang cukup komunikatif antara mahasiswa sehubungan dengan kualitas penelitian dan penulisan hukum.

    Diselingi dengan istirahat yang hanya berjalan 3menit sehubungan mahasiswa yang sudah mulai berkurang dengan berbagai macam alasan acara, Bapak. Dr.Hari Purwadi, S.H.,M.Hum selaku pembawa materi “Pemanfaatan Teori-teori Sosial dalam Penelitian Hukum Kualitatif” memberikan kesegaran suasana dengan beberapa “joke” yang menggelitik mahasiswa yang hadir.

    Dalam Acara ini mahasiswa diharapkan tidak lagi mendapatkan kesulitan didalam melakukan penelitian dan penulisan Tugas Akhir pada waktu dekat guna mencapai hasil studi yang maksimal.

    From Refreshing Metodologi 30409
    From Refreshing Metodologi 30409

    Tags: